Kamis, 16 Desember 2010

Pelantikan DKM tidak meninggalkan bekas

DKM, akhirnya dilantik juga
Oleh. Fitri aulia

Senin (14/12), telah dilakukan pelantikan pengurus Dewan Kesenian Malang (DKM) di Kantor Pemerintahan Kota Malang . Pelantikan ini akhirnya terlaksana setelah bertahun-tahun yang lalu seluruh beberapa founding father DKM mengajukan diri dan mengadakan pertemuan berkali-kali kepada pihak pemerintah.
DKM yang dalam strukturnya diletakkan di bawah Dinas kesenian dan pariwisata kota malang, dilantik oleh sekretaris Bupati Kota Malang, hal ini dikarenakan Peni Suprapto (Bupati Kota Malang) sedang berada di luar kota.
Dari SK yang didapatkan tertulis sekitar 20 lebih anggota yang menjadi pengurus di DKM ini. Namun menurut keterangan Sari, selaku bendahara DKM yang juga baru saja dilantik, pengurus yang hadir saat hanya sekitar belasan orang saja.
Prosesi pelantikan berlangsung beberapa saat, setelah diadakan gladi kotor beberapa kali, akhirnya pelantikan pun digelar. Kantor DKM yang terletak di belakang Kantor Balai Kota, tetap sepi setelah pelantikan berlangsung. DKM yang dianggap beberapa pihak mati suri ini (karena tidak adanya program kerja. Red), tetap sepi meski telah diadakan pelantikan secara resmi oleh pemerintah kota. Sari menuturkan, seusai pelantikan ada sebagian yang ikut jamuan makan dan sebagian banyak yang langsung pulang, namun sari adalah satu-satunya pengurus yang berhasil dijumpai di DKM pasca pelantikan berlangsung. Meski ada beberapa personil yang Ntmpak di kantor DKM mereka bukanlah pengurus inti yang usai dilantik.
Hal ini menunjukkan ketidak sungguhannya para pengurus DKM dalam mengemban amanat yang baru saja disampaikandalam pelantikan. Yongki sangat menyayangkan hal ini, “mestinya pengurus yang usai dilakntik itu ya mampir lah ke rumahnya (DKM), ya paling tidak menyusun tanggal kapan bisa mengadakan rapat untuk membahas DKM ke depan. Tapi sama saja mau sebelum atau sesudah dilantik kantor ini tetap sepi.”
Untuk memajukan semua kesenian di kota malang memang sangat dibutuhkan kesungguhan dalam melaksanakan semua pembaruan. “yang paling penting adalah menumbuhkan kecintaan dulu kepada seni, karena dengan kecintaan tersebut akan lebih mudah mendorong keinginan yang kuat dalam menjalankan amanat di DKM, baik dengan atau adanya pelantikan dan SK dari pemerintah kota.’” Jelas Sari bendahara DKM yang juga pecinta seni ini. []

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar